SUDAHKAH AL-QUR’AN MENJADI OBAT KITA?

Oleh: Inggar Saputra (Praktisi Pendidikan dan Kebangsaan)

Ke mana anda jika menderita sakit? Umumnya orang menjawab “Jika sakit, maka kunjungi rumah sakit. Diperiksa oleh dokter. Dikasih obat agar sembuh” Rumah sakit dinilai sebagai kunci utama dalam menjawab keluhan penyakit. Dokter menjadi andalan ketika manusia menderita sakit dalam tubuh dan fisiknya. Sebuah jawaban yang cukup baik.

Tapi apakah kita pernah ketika sakit berobat kepada Allah SWT. Tentu menemui dan komunikasi dengan Allah SWT melalui Al-Qur’an. Sebuah kitab suci umat Islam yang dibawa dan diwariskan Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an dalam kehidupan seorang muslim dikenal sebagai As Syifa. Obat dari segala penyakit manusia. Baik sakit fisik, mental dan spiritual.

Keyakinan kita kembali kepada Al-Qur’an perlu ditumbuhkan. Tentu saja ada rahasia besar mengapa Al-Qur’an disebut obat. Sebab faktanya, tak semua penyakit manusia mampu disembuhkan para dokter. Sekalipun dokter yang paling ahli dan spesialis. Manusia dengan segala kehebatannya dalam meneliti ilmu pengetahuan modern. Tetap memiliki keterbatasan dalam hidupnya. Termasuk para dokter dan ahli kesehatan.

Merespons kondisi itu, kita perlu mulai kembali mengenalkan kepada sesama umat manusia. Mengenai pentingnya Al-Qur’an sebagai obat kehidupan. Jika menderita sakit fisik, kita memang perlu ikhtiar duniawi kepada dokter dan ahli kesehatan. Tetapi ambil Al-Qur’an, baca dan resapilah. Resapi maknanya dan rasakan bagaimana firman Allah SWT menyembuhkan penyakit manusia.

Selain penyakit fisik, manusia sering dilanda gelisah. Baik urusan pekerjaan atau karir, jodoh sampai urusan dunia lainnya. Kegelisahan yang tak selesai menyebabkan pikiran stress. Jika gagal dikelola dengan baik, tentu mendorong kesehatan mental menjadi tidak sehat. Jika gelisah, galau dan stress urusan dunia. Ambil obat terbaiknya. Bacalah Al-Qur’an dan terjemahannya. Nikmati dan rasakan bagaimana sentuhan ayat demi ayat dari Al-Qur’an mengobati kegelisahan hati manusia.

Dalam kehidupan, kita mungkin pernah mengalami kebencian, dengki dan fitnah dari orang lain. Hidup di era digital membuat segala privasi kita mudah dibaca orang lain. Ketika orang tidak suka dengan kita, beragam niat jahat muncul. Mulai dari yang ingin mencelakai dengan senjata tajam. Sampai mengirimkan keanehan dengan bantuan makhluk gaib. Pada titik ini, temukan obatnya dalam Al-Qur’an. Jadikan ayat Al-Qur’an sebagai obat dan benteng utama dari kejahatan orang lain kepada kita.

Keyakinan Al-Qur’an sebagai obat dalam kehidupan manusia dijelaskan Allah SWT dalam sebuah ayat singkat. “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman” (QS. Yunus: 57)

Leave a Comment